keindahan-butir-serbuk-sari

subhanhanalloh......begitu indahnya benda kecil yang tak tampak dangan mata kita....


Dengan peningkatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapatkan informasi baru yang menakjubkan yang menunjukkan kepada kita bagaimana alam merupakan bukti keberadaan dan kesempurnaan Sang Pencipta.

Mata manusia hanya dapat melihat sejumlah objek yang sangat terbatas. Kita tidak bisa melihat partikel kecil tetapi dengan bantuan mikroskop, dimungkinkan untuk melihat lebih jauh dan lebih dalam tentang partikel-partikel kecil.

Sampai saat ini, para ilmuwan tidak dapat menunjukkan keindahan nyata butir serbuk sari kecil, melainkan hanya dapat dibayangkan. Namun, beberapa ilmuwan dari Swiss berhasil mengambil foto-foto indah dari serbuk sari dengan menggunakan mikroskop elektron.

Read Full...

Krisis Air Dunia pada 2050


Pekan ini mulai tanggal 16 Maret sampai 22 Maret 2009, di Istambul Turki, dilaksanakan The Fifth World Water Forum. Forum ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari air sedunia (World Water Day), 22 Maret. Sejumlah pejabat dari berbagai negara, termasuk para kepala daerah dan para ahli berkumpul di Turki untuk mencari terobosan perbaikan pengelolaan air dunia. Bersamaan dengan itu PBB menerbitkan sebuah dokumen tentang permasalahan air, kependudukan dan perubahan iklim. Akan bagaimana dunia menghadapi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, krisis air, krisis finansial dunia dan perubahan iklim.

Sebuah laporan PBB setebal 348 halaman, memberikan gambaran yang suram tentang kondisi lingkungan khususnya ketersediaan air pada tahun 2050. Laporan itu disiapkan oleh sebuah tim berdasarkan kompilasi dari 24 lembaga/badan organisasi PBB. Negara-negara miskin digambarkan akan menghadapi masalah yang sangat mengkhawatirkan. Berbagai krisis yang saat ini melanda, menambah beban negara-negara berkembang menjadi semakin sengsara.

Krisis air sangat erat kaitannya dengan krisis perubahan iklim, krisis enerji, krisis pangan, pertumbuhan penduduk, dan krisis finansial global, demikian laporan PBB itu. Bila masyarakat dunia tidak melakukan tindakan signifikan, maka krisis itu semakin multi dimensi sampai kepada krisis politik. Bukan tidak mungkin pula, bahwa krisis itu bisa menjadi krisis teritorial antar negara. Sengketa perebutan air, adalah suatu ancaman yang bisa timbul, terutama bagi negara-negara yang memiliki badan air yang digunakan secara bersama, seperti di Afrika, Asia, Eropa, atau Amerika Latin.

Pertumbuhan penduduk, adalah salah satu faktor yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia mencapai 6 miliyar jiwa. Jumlah itu sudah menjadi 6,5 milyar jiwa pada saat ini. Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan menjadi 9 milyar jiwa. Populasi penduduk dan pertumbuhan paling besar justru berada di negara-negara miskin.

Berdasarkan laporan PBB itu, pertumbuhan penduduk yang tinggi memberikan tekanan yang sangat besar pada sumber-sumber air, khususnya di negara-negara berkembang. Penduduk dunia bertambah hampir 80 juta orang setiap tahun, dan 90 persen diataranya (sekitar 72 juta) berada di negara-negara berkembang. Kebutuhan air dunia bertumbuh sebanyak 64 milyar juta meter kubik pertahun. Jumal ini setara dengan kebutuhan seluruh negara Mesir selama setahun.

Selama 50 tahun terakhir, pemanfaatan air dari sungai, danau dan air tanah sudah 3 kali lipat, untuk memenuhi kebutuhan pertambahan penduduk. Secara rata-rata, 70 persen air tersebut dimanfaatkan untuk pertanian. Dinegara-negara berkembang kebutuhan air untuk pertanian bahkan bisa mencapai 90 persen.

Kerusakan lingkungan yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang sangat besar mencapai milyaran dolar Amerika. Kerusakan lingkungan di Afrika Utara dan Timur Tengah, sebagai kawasan yang paling parah dalam kerusakan lingkungan, nilainya sudah mencapai 9 milliar dolar per tahun. Jumlah ini hampir mencapai 2,1 - 2,7 persen dari GDP kawanan itu. Angka ini adalah suatu angka yang sangat luar biasa besar.

Krisis air semakin diperparah oleh prubahan iklim. Dengan kecenderungan kerusakan yang demikian besar, maka kemungkinan terjadinya konflik air bisa terjadi secara luas. Ancaman konflik regional dan internasional karena krisis air bukanlah sekedar wacana, tapi hal itu benar-benar ancaman yang semakin nyata. Dengan perubahan iklim, akan terjadi suatu “gegar hidrologis” (hydrogical shock) yang akan bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk mencegah, atau setidaknya mengurangi, kemungkinan terjadinya bencana air dunia, diperkirakan diperlukan investasi yang luar biasa besar untuk perbaikan pengelolaan air, pengelolaan sanitasi dan untuk irigasi. Setiap tahun dibutuhkan kurang lebih 100 – 150 milliar US dollar investasi untuk mencegah krisis air yang parah di 2050. Jumlah ini bisa semakin besar bila upaya nyata untuk mengatasi krisis terlambat dilakukan.

Komitmen luar biasa diperlukan untuk mencegah manusia menuju kehancuran di 2050.

Dari berbagai sumber dan : http://news.yahoo.com/s/afp/20090312/sc_afp/unenvironmentwater

Read Full...

Kurus Dengan Cepat Dan Sehat


Lihat Gambar
Sabtu, 26 Januari 2008 14:43
KapanLagi.com - Di zaman modern ini banyak sekali orang yang begitu mengkhawatirkan masalah berat badan mereka. Mengurangi berat badan dan berupaya nampak lebih muda sepertinya sudah jadi bagian kehidupan banyak orang saat ini. Banyak sekali produk diet yang ditawarkan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masa kini, sangking banyaknya pilihan malah bikin bingung produk mana yang paling baik dan cocok.

Sebenarnya, ada cara lain untuk melakukan diet dan mengurangi berat badan dengan mudah tanpa bantuan pil diet. Dan dengan cara ini Anda dapat mengurangi berat badan dengan cara sehat sekaligus cepat. Simak tips berikut:

Kontrol Porsi

Tetapkan porsi Anda, lebih baik buat Anda untuk makan sesuai dengan porsi Anda dari pada menyantap makanan secara berlebihan. Saat Anda makan dengan porsi lebih sedikit, Anda dapat makan secara teratur sepanjang hari. Contohnya, untuk membuat metabolisme lebih tinggi Anda dapat menyantap 5 ukuran kecil makanan dalam sehari dengan jarak waktu 2-3 jam. Cara ini dapat membantu metabolisme Anda dan juga membuat tetap kenyang sepanjang hari.

Hindari Makanan Manis

Gula adalah musuh besar saat diet dimulai. Untuk beberapa alasan saat Anda mulai menyantap makanan sehat dan menjalani diet, biasanya kerap ingin menyantap makanan manis. Cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah makan buah favorit Anda atau agar-agar, saat keinginan itu muncul.

Air

Untuk mengurangi kelebihan air di tubuh, Anda malah harus minum banyak air untuk melepaskan air yang disimpan oleh tubuh. Tubuh kita menahan air untuk memastikan agar tidak mengalami dehidrasi. Saat Anda minum lebih banyak air sepanjang hari dan setiap harinya, justru akan membantu melepas air berlebih di tubuh.

Aktif

Usahakan untuk tetap aktif dengan kegiatan menyenangkan, aktivitas yang membuat rileks untuk hari bebas kerja Anda. Bersenang-senanglah dengan anak Anda, lakukan yoga, jalan-jalan atau lakukan permainan yang bersifat olahraga.

Menjalani diet memang tak mudah, tapi kunci untuk kesuksesan menurunkan berat badan adalah komitmen. Keteguhan difikiran kitalah yang akan mendorong untuk melakukan usaha yang lebih keras. (kpl/erl) Read Full...

atasi stres kembali beres


Berhubung banyak sekali pembaca yang menghubungi saya lewat imel untuk curhat masalah pribadinya yang tak mungkin disampaikan diblog, tapi tak mungkin saya membalas satu persatu lewat imel, karena sebenarnya semua solusi sudah pernah saya tulis dalam artikel saya tapi umumnya mereka agak sulit mencarinya atau agak malas baca satu persatu tulisan berkategori Spiritual blog ini, maka saya bahas lagi masalah mencegah dan menanggulani stress/depresi/psikosomatis untuk bisa dibaca ulang oleh semua pembaca yang ingin mengetahuinya….

“Stress” artinya tekanan, penyakit stress adalah penyakit yang mengganggu kejiwaan seseorang karena tidak dapat mengatasi/menyalurkan dan mencari jalan keluar yang tepat, baik dan benar agar tekanan tersebut tidak mengganggu sistem saraf dan mengakibatkan depresi mental…

Kalau tekanan batin/mental yang diderita seseorang tidak bisa diatasi dengan baik, akan terjadi kondisi depresi yang dapat mengganggu fungsi saraf, mulai saraf lokal sampai saraf pusat yang terletak didalam otak kita….

Kalau kondisi mental/jiwa dalam keadaan depresi tidak bisa diatasi dalam waktu berkepanjangan dan mulai merusak fungsi/faal tubuh, maka kondisi yang memburuk itu biasa disebut penyakit psikhosomatis, penyakit kejiwaannya sudah berpengaruh besar terhadap kondisi fisik si penderita…contohnya terjadi serangan hypertensi, gagal jantung, gagal ginjal, buta sementara, lumpuh sementara, paranoid (ketakutan yang berlebihan), berhalusinasi/shizoprane, berbuat asosial dan anarkis…sampai bisa melakukan bunuh diri….Sebenarnya penyakit ini porsinya dokter jiwa…tapi kebanyakan orang lebih suka pergi kedokter biasa atau kedukun saja, karena takut dibilang sakit “gila”…

Menurut hasil penelitian lembaga survey tertentu, katanya di Indonesia ini orang yang menderita gangguan kejiwaan stress/depresi/psikosomatis tersebut telah mencapai lebih dari 50%…(saya lupa lembaga survey yang mengadakannya..)..

Kalau dilihat dari kenyataan dimasyarakat, menurut saya justru yang menderita kelainan kejiwaan di Indonesia bisa mencapai 75 %, atau lebih, dilihat dari berlangsungnya krisis multi dimensi yang telah berlangsung hampir 10 tahun tapi belum ada tanda perbaikan yang signifikan…

Bagimana mungkin krisis berkepanjangan bisa diatasi kalau para eksekutif, yudikatif, legislatif…juga masyarakat luas mayoritas menderita kelainan kejiwaan seperti sekarang ini…produknya tentu tidak akan bisa diharap banyak…

Apalagi sekarang ini Indonesia menganut azas demokrasi yang modern, semua diputuskan lewat keunggulan mayoritas…kalau mayoritasnya menderita sakit kejiwaan, maka hasil putusan/produk nasionalnyapun ya bermasalah pula…jangan menyalahkan siapapun, inilah konsekuensi logis bagi bangsa yang kwalitas kecerdasan intelektual, emosional dan spiritualnya mayoritas masih relatif rendah, tapi memilih sistem politik demokrasi…jangan saling menuduh antara kelompok satu dengan kelompok lain…ini adalah tanggung jawab bersama memperbaiki diri kita sendiri, keluarga, handai tolan, anak buah sendiri…baru keorang lain….

Jadi menurut hemat saya, sudah tiba saatnya setiap orang/individu mau berusaha mencegah dan menanggulangi stress/depresi/psikhosomatisnya masing masing dulu, agar memberikan kontribusi kepada kesehatan sosial masyarakat banyak…

Karena kita hidup diera demokrasi modern, masyarakat mandiri dan madani, maka setiap individu kita harus mampu mencegah dan menanggulangi stress/depresi/psikosomatisnya, agar kita bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara…

Sekarang bagaimana caranya? ….

Caranya sebenarnya sangat simpel yaitu : ” Kemauan keras untuk melakukan introspeksi diri secara menyeluruh dan mendasar, sesuai dengan norma agama, hukum, adat istiadat, susila dan kesopanan..”…Kalau ESQ LC menyebutnya sebagai: ” Melepaskan diri dari 7 belenggu kehidupan dan membebaskan diri dari berbagai berhala kehidupan yang selama ini telah membelenggu dan merusak paradigma berfikir dan kejiwaan kita…mengakibatkan kita keluar dari jati diri manusia yang manusiawi, yang diciptakan sebgai kalifah diatas bumi yang diberi modal akal fikiran dan hati nurani oleh Allah SWT…

Cara introspeksi:

1. Pergilah melayat orang yang meninggal dunia dan ikut menguburkannya…

2. Pergilah kerumah sakit, trutama ketempat gawat darurat dan yang menderita sakit parah…

3. Pergilah ke rumah penampungan orang tua jompo. panti asuha anak yatim piatu…

4. Pergilah ketempat penampungan para korban bencana alam, para gepeng (gembel dan pengemis)…

5. Pergilah ke panti tuna netra…

6. Perhatikan penderitaan para pengemis cacat fisik di jalanan..

7. Lakukan shalat tahajud tengah malam, kemudian bertafakur dikesunyian malam, berdialog dengan hati nurani sendiri…dan bertanya pada hati nurani: “Melihat semua penderitaan orang lain diberbagai tempat penampungan tersebut, apakah pantas aku masih tidak bersyukur kepada karunia Allah yang telah diberikan selama ini ???”….

8. Kalau anda masih belum bisa mensyukuri karunia Tuhan dengan metoda diatas, berarti anda sudah menderita “patologis” atau menderita “penyakit buta hati”…ini lebih parah lagi dari sekedar psikhosomatis…anda sudah kehilangan jati diri anda akibat terbelenggu oleh berbagai berhala kehidupan..dan anda sudah mendekati golongan orang yang “tidak berprinsip pada Allah”…dan mendekati.. “syirik/menduakan Tuhan”..dosa terberat yang tidak terampuni oleh Tuhan…

9. Kalau seseorang sudah ditutup pintu hatinya, ditutup mata batinnya oleh Tuhan, siapapun tidak bisa menolong lagi….dalam kondisi seperti apapun, sekaya apapun, setinggi apapun pangkat dan jabatan anda, sehebat apapun anda dipuji orang, anda akan tetap menderita batin, menderita psikosomatis dan berakhir dengan kematian yang memalukan …..Kalau sudah seperti ini, maka seorang tukang becak yang terpaksa harus tidur diatas becaknya karena tidak punya rumah, atau gembel yang terpaksa tidur dibawah kolong jembatan, akan merasa lebih berbahagia daripada anda…yang bergelimang harta berkecukupan tapi menderita psikosomatis karena menderita …”buta hati…”

Maaf, saya bukan menggurui, tapi sharing pengalaman hidup…apa yang saya ceritakan ini lebih banyak diambil dari pengalaman hidup saya pribadi….

Read Full...

pendidikan ayo! parang no!


Berbagai literatur sejarah menyebutkan perang lebih banyak menghancurkan institusi-institusi sosial daripada memberikan dampak konstruktif. Di Aceh teori ini begitu nyata dalam kehidupan. Institusi pendidikan tak luput dari kehancuran.

Tak hanya fisik institusi pendidikan yang lumat akibat perang. Dampak terbesar pada emosi, yaitu perasaan traumatis dan ketakutan para pendidik dalam mengajar di wilayah-wilayah yang eskalasi konfliknya tinggi.

Anda tentu dapat membayangkan apa yang terjadi dengan pendidikan di Aceh saat 514 guru meninggalkan Aceh dengan alasan keamanan (Kompas, 8 Februari2000)? Dalam kurun itu, Dinas Pendidikan Aceh melaporkan nilai ujian akhir pelajar SD hingga SMA berada pada posisi 22 dari 27 propinsi.

Kondisi tidak kondusif juga memengal konsentrasi belajar. Jamaknya daerah perang, tak sedikit pelajar ‘dipaksa’ menjadi bagian aktor dalam peta konflik. Ironisnya lagi masa belajar mereka ‘dirampas’ untuk menjadi Child soldier.

Kekwatiran lost generation di Aceh cukup beralasan. Bagaimana tidak, dalam lima tahun perang (1998-2003) saja sedikitnya 546 sekolah dibakar (data Dinas Pendidikan Aceh). Belum lagi lebih puluhan kasus penembakkan terhadap guru dan mahasiswa.

Lembar buram pendidikan Aceh akibat perang, turut melampirkan tragedi penembakan para rektor. Prof. DR. Safwan Idris. MA Rektor IAIN Ar Ranirry ditembak 16 September 2000 dan 6 September tahun selanjutnya, Rektor Unsyiah Prof. DR. Dayan Dawood juga ditembak.

Terlalu panjang daftar dampak perang terhadap pendidikan di Aceh, hal di atas hanya sebahagian saja.

Beberapa fakta tersebut menjelaskan bahwa perang Aceh telah memberikan dampak mematikan institusi pendidikan. Saat itu terjadi, ketimpangan proses sosialisasi sekunder tidak terhindarkan. Inilah yang menjadi katalisator sulit berkembang dan berfungsinya tatanan sosial.

Segala perubahan yang terjadi dalam masyarakat Aceh dalam sejarahnya mengarungi peperangan mempunyai hubungan dengan proses survival institusi pendidikannya. Aceh dalam sejarah awalnya telah melahirkan sejumlah pemikir atau cendekiawan besar antara lain Abdur Rauf As-Singkili, Hamzah Fansuri, Samsudin As-Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniry dan lain-lain.

Kelahiran tokoh-tokoh ini terjadi dalam konteks pengembangan tradisi keilmuan dan institusi pendidikan secara keseluruhan di Aceh pada masa itu. Sebelum zaman kolonial Belanda yang melancarkan perang terhadap kesultanan Aceh, “tanah rencong” ini pun telah berjaya membangun Universitas Baitur Rahman. Kejayaan yang tidak sepatutnya dinostalgiakan.

Kembali kepersoalan tidak berfungsi institusi pendidikan. Jika hal ini dilihat dari sudut fungsionalisme, institusi pendidikan mempunyai peranan penting terutama dalam bidang pengajaran, sosialisasi, stratifikasi sosial dan penjagaan, perlindungan terhadap anak-anak.

Perdamaian Impian Kita

Kegagalan anak-anak Aceh dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2005 ini harus menjadi renungan bagi kita semua, bagaimana pendidikan Aceh ke depan. Apalagi jumlah pelajar Aceh yang dinyatakan tidak lulus lebih dari 5.000 orang.

Merujuk keterpurukkan pendidikan Aceh yang diperparah musibah gempa dan tsunami desember tahun lalu, marilah kita bahu membahu mewujudkan perdamaian di Aceh. Apalagi gerbang damai sudah terbuka dari Helsinki.

Peperangan bukan jalan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan. Perang tidak pernah menjanjikan perdamaian, apalagi eksistensi nilai-nilai kemanusiaan. Perang hanya menghasilkan korban, kerusakan, pembunuhan dan kehancuran peradaban yang sangat dahsyat.

Perang selalu berakhir ketika kehancuran menjadi sebuah nestapa yang disesali. Maka jika kita ingin kedamaian jangan disuarakan perang lagi. Sebaliknya, jika ingin perang jangan mimpikan kedamaian.

Semua kita tentu sepakat, membangun pendidikan Aceh harus dimulai dari perwujudan perdamaian. Perdamaian pula garansi mulusnya jalan rekonstruksi dan rehabilitasi institusi pendidikan.

Peningkatan kapasitas intelektual masyarakat Aceh terbuka lebar dengan menyekolahkan putra-putri ke luar negeri. Peluang beasiswa dari berbagai pihak saat ini penting dimanfaatkan.

Pada pengelola dana pendidikan kita berharap ke depan menggunakan dana pendidikan tepat pada sasarannya. Pengalihan dana pendidikan untuk kepentingan ‘rekreatif’ seperti pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA-2004), kita berharap tidak terulang. Apalagi dana pendidikan yang terpakai tak kurang 12 milyar. Usaha membangun kembali pendidikan di Aceh memerlukan waktu yang lama dan dana yang sangat banyak.

Di ujung pembahasan penulis ingin mengingatkan, tak ada kemajuan pendidikan bila damai tak terwujud.

Grafik: Sekolah yang dibakar di Aceh sejak tahun 1998-2003

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

* Peneliti muda pada Aceh Institut dan Mahasiswa Magister Sosiologi Fakultas Sains Sosial dan Kemanusian Universiti Kebangsaan Malaysia.

Read Full...

PERLUNYA BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH


sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan membaca,menulis dan berhitung,pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan,ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak.
Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang mempunyai fungsi positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif.proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru,mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang.
Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan,minat dan kemampuan yang harus berkembang.
1. tindakan preventif di sekolah dasar
Tuntutan untuk mengadakan identifikasi secara awal diakui kebenarannya oleh para ahli bimbingan karena:



a. kepribadian anak masih luwes,belum menemukan banyak masalh hidup,mudah terbentuk dan masih akan banyak mengalami perkembangan.
b. orang tua murid sering berhubungan dengan guru dan mudah dibentuk hubungan tersebut,orang tua juga aktif pendidikan anaknya disekolah.
c. masa depan anak masih terbuka sehingga dapat belajar mengenali diri sendiri dan dapat menghadapi suatu masalah dikemudian hari.
Bimbingan tidak hanya pada anak yang bermasalah melai8nkan pandangan bimbingan dewasa ini yaitu menyediakan suasana atau situasi perkembangan yang baik,sehingga setiap anak di sekolah dapat terdorong semangat blejarnya dan dapat mengembangkan pribadinya sebik mungkin dan terhindar dari praktik-praktik yang merusak perkembangan anak itu sendiri.
2. kesiapan disekolah dasar
Konsep psikologi belajar mengenai kesiapan belajar menunjukan bahwa hambatan pendidikan dapat timbul jika kurikulum diberikan kepada anak terlalu cepat/terlalu lambat,untuk menghadapi perubahan dan perkembangan pendidikan yang terus menerus perlu adanya penyuluhan untuk menumbahkan motivasi dan menciptakan situasi balajar dengan baik sehingga diperoleh kreatifitas dan kepemimpinan yang positif pada aktrifitas melalui penyuluhan kepada orang tua dan murid.

B. Bimbingan Konseling di Sekolah Mengah

Tujuan pendidikan menengah acap kali dibiaskan oleh pandangan umum; demi mutu keberhasilanakademis seperti persentase lulusan, tingginya nilai Ujian Nasional, atau persentase kelanjutan ke perguruan tinggi negeri. Kenyataan ini sulit dimungkiri, karena secara sekilas tujuan kurikulum menekankan penyiapan peserta didik (sekolah menengah umum/SMU) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau penyiapan peserta didik (sekolah menengah kejuruan/SMK) agar sanggup memasuki dunia kerja.
Penyiapan peserta didik demi melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan melulu memperhatikan sisi materi pelajaran, agar para lulusannya dapat lolos tes masuk perguruan tinggi. Akibatnya, proses pendidikan di jenjang sekolah menengah akan kehilangan bobot dalam proses pembentukan pribadi. Betapa pembentukan pribadi, pendampingan pribadi, pengasahan nilai-nilai kehidupan (values) dan pemeliharaan kepribadian siswa (cura personalis) terabaikan. Situasi demikian diperparah oleh kerancuan peran di setiap sekolah. Peran konselor dengan lembaga bimbingan konseling (BK) direduksi sekadar sebagai polisi sekolah. Bimbingan konseling yang sebenarnya paling potensial menggarap pemeliharaan pribadi-pribadi, ditempatkan dalam konteks tindakan-tindakan yang menyangkut disipliner siswa. Memanggil, memarahi, menghukum adalah proses klasik yang menjadi label BK di banyak sekolah. Dengan kata lain, BK diposisikan sebagai “musuh” bagi siswa bermasalah atau nakal. merujuk pada rumusan Winkel untuk menunjukkan hakikat bimbingan konseling di sekolah yang dapat mendampingi siswa dalam beberapa hal. Pertama, dalam perkembangan belajar di sekolah (perkembangan akademis). Kedua, mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka, sekarang maupun kelak. Ketiga, menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya, serta menyusun rencana yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Keempat, mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajar di sekolah dan terlalu mempersukar hubungan dengan orang lain, atau yang mengaburkan cita-cita hidup. Empat peran di atas dapat efektif, jika BK didukung oleh mekanisme struktural di suatu sekolah.
Proses cura personalis di sekolah dapat dimulai dengan menegaskan pemilahan peran yang saling berkomplemen. Bimbingan konseling dengan para konselornya disandingkan dengan bagian kesiswaan. Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dihadirkan untuk mengambil peran disipliner dan hal-hal yang berkait dengan ketertiban serta penegakan tata tertib. Siswa mbolosan, berkelahi, pakaian tidak tertib, bukan lagi konselor yang menegur dan memberi sanksi. Reward dan punishment, pujian dan hukuman adalah dua hal yang mesti ada bersama-sama. Pemilahan peran demikian memungkinkan BK optimal dalam banyak hal yang bersifat reward atau peneguhan. Jika tidak demikian, BK lebih mudah terjebak dalam tindakan hukum-menghukum.
Mendesak untuk diwujudkan, prinsip keseimbangan dalam pendampingan orang-orang muda yang masih dalam tahap pencarian diri. Orang-orang muda di sekolah menengah lazimnya dihadapkan pada celaan, cacian, cercaan, dan segala sumpah-serapah kemarahan jika membuat kekeliruan. Namun, jika melakukan hal-hal yang positif atau kebaikan, kering pujian, sanjungan atau peneguhan. Betapa ketimpangan ini membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gambaran diri negatif belaka. Jika seluruh komponen kependidikan di sekolah bertindak sebagai yang menghakimi dan memberikan vonis serta hukuman, maka semakin lengkaplah pembentukan pribadi-pribadi yang tidak seimbang.
BK dapat diposisikan secara tegas untuk mewujudkan prinsip keseimbangan. Lembaga ini menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk datang membuka diri tanpa waswas akan privacy-nya. Di sana menjadi tempat setiap persoalan diadukan, setiap problem dibantu untuk diuraikan, sekaligus setiap kebanggaan diri diteguhkan. Bahkan orangtua siswa dapat mengambil manfaat dari pelayanan bimbingan di sekolah, sejauh mereka dapat ditolong untuk lebih mengerti akan anak mereka.
Tantangan pertama untuk memulai suatu proses pendampingan pribadi yang ideal justru datang dari faktor-faktor instrinsik sekolah sendiri. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan konselor atau guru-guru BK. Ada kekhawatiran bahwa konselor akan memakan “gaji buta”. Akibatnya, konselor mesti disampiri tugas-tugas mengajar keterampilan, sejarah, jaga kantin, mengurus perpustakaan, atau jika tidak demikian hitungan honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas-tugas konselor yang dianggapnya penganggur terselubung. Padahal, betapa pendampingan pribadi menuntut proses administratif dalam penanganannya.
BK yang baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Bisa dihitung dengan jari, berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. Tidak jarang dijumpai, ruang BK sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai), atau layaknya ruang sempit di pojok dekat gudang dan toilet. Betapa mendesak untuk dikedepankan peran BK dengan mencoba menempatkan kembali pada posisi dan perannya yang hakiki. Menaruh harapan yang lebih besar pada BK dalam pendampingan pribadi, sekarang ini begitu mendesak, jika mengingat kurikulum dan segala orientasinya tetap saja menjunjung supremasi otak. Untuk memulai mewujudkan semua itu, butuh perubahan paradigma para kepala sekolah menengah dan semua pihak yang terlibat didalam proses kependidikan. Read Full...

Pahami Cara Belajar Anak


Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. Sebaliknya, jika cara belajar anak tidak dipahami, maka hasilnya akan kurang maksimal.

"Ada anak-anak yang senang belajar denga cara mendengar. Itu namanya anak-anak auditori," sebut Nelma SPd, ahli pendidikan sistem Montessori yang juga kepala SD Budi Bakti Samarinda ini.

Bagi anak-anak yang bertipe auditori ini, anak akan mudah menyerap apa yang diajarkan meski hanya dengan cara mendengar. "Anak seperti ini lebih mudah, cukup diberikan ceramah atau pemahaman, sudah bisa masuk apa saja yang diajarkan," sebutnya.

Anak dengan sistem auditori ini harus didukung dengan suara guru yang lantang atau keras. "Begitu suara yang didengar kecil, anak menjadi tak lagi memperhatikan dan lebih banyak ngobrol dengan teman sendiri," sebutnya.

Lalu bagaimana dengan anak yang senang belajar dengan sistem melihat (visual)? "Anak semacam ini senang melihat. Biasanya, anak dengan tipe ini lebih senang diberikan catatan. Makin banyak catatan, makin senang dan makin paham dalam belajar. Selain itu, anak-anak bertipe visual akan lebih mudah jika diajarkan dengan dipertontonkan media ajar seperti video atau dipraktikkan langsung. Menghadapi anak seperti ini memang lebih baik jika diberikan materi berupa praktik langsung atau melihat langsung apa yang sedang dibahas.

Terakhir ada pula anak yang senang dengan sistem kinestetik atau bergerak. "Anak seperti ini jangan harap bisa menyerap apa yang diajarkan jika dalam posisi duduk diam. Kalau duduk diam justru ilmu tidak bisa masuk. Biar dimarahi atau dipaksa, tetap saja tidak bisa menyerap apa yang diajarkan," bebernya.

Guru atau orang tua tentu harus memahami anak semacam ini. Sebab, meski banyak bergerak, ternyata anak tipe ini tetap bisa menyimak dan merekam apa yang sedang diajarkan.

"Beri dia kesibukan untuk bergerak, sementara itu berikan pula materi-materi atau bahan ajar, tentu anak akan lebih mudah menyerapnya," ucapnya.

Dengan pemahaman seperti ini kata Nelma, orang tua terlebih dahulu sistem apa yang disukai anaknya. Sehingga anak akan lebih mudah menerima pelajaran. (endro s effendi)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarinda&id=159202

Read Full...

TIPS awet pacaran

ehem...ehem...

patuhilah perturan di bawah ini...he

pacaran

1. Jujur

Bila ada yang tidak kita sukai dari doi, lebih baik jujur. Kalo’ perlu, obrolin saat kita dan dia sedang berduaan saja. Ngga’ apa-apa kok, agak sakit sedikit, tapi enak belakangan hari. Seperti, kita ngga’ suka melihat kalo’ doi terlalu baik, mau mengantarkan semua teman cewe’nya. Ya boleh deh, kita terus terang aja, daripada saling sindir atau berantem.

2. Be Yourself

Jadi diri sendiri adalah jalan yang paling bijaksana. ngga’ perlu mengubah diri kita menjadi orang lain. Misalnya, elo cowok yang biasa mengenakan baju casual, jangan lantas berubah pake tank top, rok mini, hanya karena doi.

3. Tulus

Bila kamu mencintai dia, ya tulus aja. Jangan berharap dia akan membalas dengan jumlah sama. Bila sudah menolong dia, misalnya, jangan diungkit-ungkit atau jadi perhitungan. Apalagi mengharapkan yang ‘iya-iya’ macam sex atau yang lain nya. Inget ya..Cinta bukan berarti sex dan Sex bukan berarti Cinta

4. Terbuka

Ngga’ perlu bohong, soal teman-teman kamu. Terbuka aja, selama ini kita deket dengan siapa dan biasa menghabiskan waktu dimana. Selain doi jadi ngga was-was, kamu juga enak, ngga’ perlu sembunyi-sembunyi.

5. Kata “Maaf”

Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga’ ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga’ sempurna. Kita sendiri kan ngga’ perfect.

6. Kejutan

Jangan segan kita memberi kejutan buat si dia. Misalnya, makan malem romantis di romantic resto. Mmmmm … doi pasti tambah care sama kamu.

7. Care

Perhatian ! Pasti.Nngga’ perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.

8. Dekat Keluarga

Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.

9. Ngga’ Posesif

Memang sih, ngga’ enak kalo’ ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga’ perlu posesif, Apalagi sampe bikin kamu masang GPS ato CCTV buat mantau si doi ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !

10. Hargai Privacy

Meskipun kita dan doi terbuka, ngga’ semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apalagi sampe keukeuh pengen tahu merek CD dan Bra dia atau jam berapa dia ‘pup’. Bedakan apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campuri.

Read Full...

Penanganan Terorisme di Indonesia Lebih Baik Ketimbang AS


JAKARTA (Suara Karya) Penanganan terorisme di Indonesia berikut dampaknya dinilai lebih baik dibanding negara lain, termasuk Amerika Serikat sekali pun."Indonesia lebih baik dalam me-manage (menangani- Red)terorisme dan dampak-dampaknya ketimbang negara lain, termasuk Amerika sekalipun," kata Direktur Internasional Crisis Group (DICG) Sidney Jones di sela diskusi kerja "Mencegah Terorisme dengan Membangun Kepedulian dan Rasa Kemanusiaan" di Jakarta, Sabtu.

Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (Askobi) bekerja sama dengan Global Survivor Network (GSN), sebuah organisasi yang mewadahi korban bom terorisme di seluruh dunia.Menurut Sidney, lndo-nesia mampu mengadili para pelaku terorisme yang ditangkap setelah peristiwa bom dalam 10 tahun terakhir, secara terbuka di depan pengadilan sehingga siapa pun bisa mengakses dan mengetahui secara detil."Sedangkan di Amerika, tertutup. Bahkan di Guantanamo sampai saat ini masih ada korban penangkapan akibat terorisme, sudah enam tahun di sana tanpa diadili," katanya seperti dikutip Antara.Oleh karena itu, katanya, penanganan terorisme di Indonesia yang lebih soft (baik) ini diyakini secara bertahap akan mampu menekan gejala terorisme di Indonesia.

"Selain memang dalam beberapa tahun terakhir ini tidak ada lagi konflik horizontal bagi suburnya rekrutmen terorisme seperti konflik Ambon dan Poso," katanya.Ditanya tentang dugaan latihan terorisme di Aceh menyusul penangkapan oleh polisi seusai menggerebek sebuah kamp latihan militer di Aceh Besar, beberapa waktu lalu, Sydney mengaku belum berani menyimpulkan, apakah hal itu termasuk gejala terorisme atau bukan."Harus menunggu lengkap hasil investigasi, karena latihan militer tidak identik dengan terorisme. Namun, sepertinya Aceh bukanlah tempat subur bagi jaringan terorisme seperti keterlibatan jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Selain itu, di Aceh selama ini sangat jauh dengan radikalisme," katanya.

Namun, menurut Sidney, tidak menutup kemungkinan, peluang jaringan baru itu. tetap harus diwaspadai polisi di Indonesia Apakah mungkin eks jaringan Noordin M Top masih bereaksi dan berlatih di Aceh? Sidney tidak berani menyimpulkan hal itu."Bisa saja, karena hingga saat ini teman-teman Noordin sekitar 10-15 sampai sekarang masih diburu oleh polisi Indonesia karena termasuk DPO (Daftar Pencarian Orang)," katanya.

Bukan Pesantren

Pada bagian lain, mantan Komandan Jaringan Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas mengakui bahwa benih-benih terorisme di Indonesia selama ini disebabkan oleh adanya ideologi yang keliru dalam memaknai jihad dan menghalalkan cara untuk membunuh orang lain dengan alasan tertentu.

"Ideologi ini tidak ada diajarkan dalam pesantren, tetapi dilakukan oleh orang yang juga lulusan pesantren dan siapa saja yang menjadi korban atau pengaruh ideologi yang keliru ini," kata Nasir. Oleh karena itu, semua pihak, harus mewaspadai terhadap ideologi ini.Sementara itu, sosiolog Imam B Prasodjo menilai, salah satu cara untuk melakukan pencegahan sejak dini adalah meningkatkan kepedulian setiap warga negara akan korban yang ditimbulkan oleh tindakan terorisme itu sendiri."Upaya mengingat kepada para korban yang masih hidup dan keluarganya ini juga penting, termasuk juga kepada keluarga pelaku yang ditinggalkan oleh pelakunya (yang sudah dieksekusi oleh aparat hukum Red), katanya, irthtii

Read Full...

HANYA KAMU

1. hanya kamu - A_UP.MP3

lagu penyaji sepi penegas hati, hanya 1 dalam hati terulang beberapa kali......
serasa sepi sejuta arti......
kesetiaan yang sedang di uji................
meyakin kanya lewat doa.....
rindu dan cinta menebusnya..... Read Full...

MENJAGA MALAM

gemerlap terasa gelap
gemuruh seakan runtuh
angkuh membubuhkan
sekali lagi hatiku tuk
"menjaga malam"
terkejut menampaku takut
termenung sajak-sajak yang aku tanggung
ingin ku baca di depan hamparan bintang
yang hadir tuk
"menjaga malam"
sejenak aku tersenyum,
karena ku sadar begitu panjangnya keindahan
"menjaga malam"
titik fikir ku berhenti mencari, pengantar tidurku
pemapar mimpiku dan penghibur gelapku
"menjaga malam" Read Full...
 
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by ABDULLOH | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks